Pages

Minggu, 25 Mei 2014

History of "Music of English Letters"

Awal mula terbentuknya MEL ini terjadi karena adanya pembicaran ringan antara Badridduja atau yang biasa dipanggil bang Bed yang memberikan ide, Nur Ikhda atau TEMON, Tebe Satria dan Ambyah atau Jawa pada bulan Maret 2009. Hal ini juga mungkin dikarenakan belum adanya lembaga seni yang menaungi mahasiswa yang menyukai musik dijurusan bahasa dan sastra inggris.
Obrolan itupun berlanjut serius sampai penentuan nama dari LSO ini dilakukan. Alhasil, Music of English Letterspun terpilih sebagai nama yang cocok dan tepat untuk mewakili perkumpulan musik mahasiswa  jurusan bahasa dan sastra inggris. Berawal dari sekitar 20 orang, perkumpulan ini mencoba eksis dengan seputar dunia musik. Bang Bed pun dijadikan pelatih pertama dan Temon dipilih untuk menjadi ketua pertama MEL.
Launchig MEL dilakukan ketika mereka tampil pada 7 Mei 2009 yang bertepatan ketika diadakannya BSI Anniversary. Sejak itu nama Music of English Letters dikenal di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Dedikasinya daam ruang lingkup karya seni khususnya seni musik bertujuan untuk mengeksplor bakat para mahasiswa/i dan juga menciptakan generasi-generasi penerus yang memiliki jiwa berorganisasi di dalam masyarakat sosial.
Dan MEL sekarang telah melewati beberapa periode sejarah sehingga telah menjadi salah satu lembaga resmi dalam LSO (Lembaga Semi Otonom).

Periode 2009-2011
                Di periode ini di pimpin oleh Nur Ikhda, di masa ini MEL hanyalah sebuah perkumpulan anak anak pecinta musik, meskipun Surat Keputusan sudah mengesahkan MEL namun di periode ini LSO ini baru bisa menggelarkan konser pertama MEL in Concert. dengan latihan seadanya namun sang ketua memiliki sistem ujian yang diadakan di studio Fak. Adab dan Humaniora. tidak ada latihan rutin, kepengurusan, bahkan program kerja.

Periode 2011/2012
                Pada periode ini kepemimpinan di pegang oleh Panji Kartiko, pada periode ini MEL jauh lebih tersusun dari periode sebelumnya meskipun belum sepenuhnya. Banyak sekali perubahan yang terjadi seperti terbentuknya kepengurusan, memiliki program kerja meskipun belum memiliki pembukuan, jadwal latihan rutinitas untuk para anggota, dan sistem dana yang baru. Bahkan di angkatan ini MEL memiliki logo yang sampai sekarang menjadi lambangan keagungan Music of English Letter. Jadwal pelatihan rutin di jalankan dengan baik, dengan memanfaatkan pengajar dari personil band Topeng milik bang Badridduja.
                Dengan latihan yang terus mereka kembangkan maka di adakan MEL in Concert 2 dengan Judul "Sound Your Soul".  Visi MEL pada angkatan ini "menjadikan MEL sebagai wadah musik mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris" dengan misi "latihan rutin dan mengadakan konser tahunan"

Periode 2012/2013
                Di periode ini dilanjutkan oleh Kurnianto, kepengurusan mulai di adakan bahkan di bukukan dan program kerja mulai dijalankan dan di bukukan pula. Kepengurusan dibagi menjadi Badan Pengurus Harian dan 3 bidang lain yaitu Bidang Menejemen, Bidang Pengembangan Anggota dan Musik dan Bidang Publikasi Informasi dan Dokumentasi.
Bidang Menejemen memiliki beberapa program kerja seperti; menjalin hubungan dengan lembaga musik lain, baik didalam maupun diluar kampus, mengatur jadwal penampilan MEL namun semua program kerja itu belum sempat terlaksana dengan baik. Namun menyelenggarakan konser akbar minimal 1 kali dalam satu tahun masa jabatan dapat terlaksana dengan Judul MEL in Concert 3"Sound of Change."
                Bidang Pengembangan Anggota dan Musik dengan program kerja memfasilitasi alat musik dan mengadakan Jam Session juga belum terlaksana dengan baik. Di periode ini tidak memiliki jadwal latihan rutin, latihan di tekankan ketika mendekati konser dan event saja.
                Dan Bidang Publikasi, Informasi dan Dokumentasi dengan program kerja menpublikasikan dan mendokumentasikan kegiatan MEL sudah berjalan cukup baik, bahkan MEL sudah memiliki jejaring social seperti Twitter dan Facebook untuk menyebarkan informasi serta kegiatan yang sedang berlangsung.
                Dan di masa ini, MEL perform di luar kampus, mereka perform di CafĂ© daerah Cipete. Dan mencoba system pengrekrutan anggota baru dengan cara membuat karya seni seperti lirik lagu dan aransemen.

Periode 2013/sekarang
   Periode sekarang ini dilanjutkan oleh Aab D. Abdullah, di akhir kepemimpinan ini terjadi revitalisasi keseluruhan dari kepengurusan, program kerja, dan sistem organisasi. Yang sebelumnya tak berjalan, kini mulai mengejar semua yang belum tercapai. Bahkan di periodeini Music of English Letters mulaieksisterutama di dalamkampus.
                Tidak hanya memenuhi program kerja yang ada, tapi menambahkan beberapa program kerja di beberapa bidang. Dan di periode ini juga, MEL memiliki 2 alat musik miliknya sendiri seperti Gitar dan Cajoon. Dan adanya Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga yang telah diberlakukan hingga kini.
Di periode ini juga, program kerja dari semua bidang telah terlaksana dengan baik. Seperti dari bidang manajemen dengan menjalin hubungan dengan lembaga musik lain, menyelenggarakan konser Akbar minimal 1 kali dalam satu tahun masa jabatan, mengatur jadwal penampilan MEL semua terlaksana dengan baik meskipun terkadang vakum beberapa minggu karena adanya keperluan penting yang diadakan oleh kampus seperti ujian tengah dan ujian akhir semester.
MEL mulaimenjalinhubungandenganlembaga music lain seperti POSTAR (Pojok Seni Tarbiyah), Dapur Seni dan LSO Ilmu Perpustakaan dengan cara mengajak berpartisipasi dengan acara konser tahunan MEL. Konser tahunan MEL di masa ini berjudul MEL in Concert 4 “The Time Machine”, berbeda dari sebelumnya yang identik dengan tema “Sound”. Jika konser sebelumnya hanya bisa di adakan di pinggir besmen, di tahun ini konser di gelar di tengah besmen Fakultas Adab dan Humanoira dan bekerjasama dengan acara Divisi Seni dan Budaya HMJ Bahasa dan Sastra Inggris yaitu “British Night” yang baru di adakan pertama kalinya.
                Selain itu, jadwal penampilan para anggotapun lebih banyak daritahun sebelumnya, seperti mengikuti event music bahkan panggilan dari acara acara kampus untuk perform di acara tersebut. Sudah banyak sekali event-event yang MEL ikuti di tahun ini.
                Untuk program kerja bidang pengembangan anggota dan music pun berjalan dengan baik, hanya saja sering terjadi perubahan jadwal latihan namun semua itu dapat teratasi dan berjalan sesuai yang diinginkan. Di tahun ini MEL memiliki 3 kelas music yaitu kelas gitar, kelas, vocal dan kelas keyboard. Kelas gitar hanya bisa mengandalkan sang ketua sebagai pengajar, namun pengajar juga tidak kalah dengan pengajar professional lainnya, tiap angkatan memiliki materi yang berbeda dikarenakan basic skill masing masing. Kelas vocal memiliki pengajar yang berpengalaman, selama di pegang oleh bang Badridduja kelas vocal kini memiliki vokalis-vokalis yang berkualitas. Untuk kelas keyboard ini belum berkembang cukup baik, dikarenakan minat anggota yang sedikit dan pengajar yang memiliki masalah oleh waktu, hingga kini kelas keyboard sedang vakum dikarenakan banyaknya hambatan.
                Di masa periode ini juga anggota di tekankan tidak hanya berdasarkan praktek, tetapi teori juga sangat dipertanyakan. Untuk menunjukan wawasan teori musik yang anggota miliki (kelas gitar), sang pengajar memberikan ujian di setiap akhir pengajaran.
                Dalam memfasilitasi anggota MEL, terutama anggota baru yang belum memiliki basic skill apa apa, MEL memfasilitasi 1 gitar dan 1 cajoon hasil tabungan para anggota. Dan sisanya baru bisa memfasilitasi gitar-gitar dari anggota itu sendiri. Setidaknya memudahkan untuk para anggota perform dan latihan.
                Jam Session pun kini mulai dijalankan. Jam Session dimulai setelah MEL in Concert terlaksana. Jam Session ini dilakukan 2 minggu sekali dengan upaya melatih seluruh anggota untuk mengurus kepanitiaan dan praktek perform secara tidak langsung.
                Program kerja bidang publikasi, informasi dan dokumentasi kini berjalan sesuai yang diharapkan seperti mendokumentasi dan mempublikasikan di dalam dan diluar kampus. Meskipun MEL belum bisa mengeksistensi di luar kampus, setidaknya MEL telah memberitahukan bahwa MEL itu ada dan tidak kalah dengan Organisasi Musik lainya.
Untuk memberikan informasi dan memberikan pelayanan informasi untuk anggota MEL baik informasi event telah berjalan dengan bantuan seluruh anggota. Dengan memfaatkan jejaring social yang ada, bidang ini memberikan info perkembangan yang terjadi di MEL. Meski jaringan social Twitter sempat vakum dikarenakan adanya masalah namun kini jaringan social Twitter telah berjalan kembali dan memberikan informasi yang terjadi di MEL.

Itulah singkat cerita sejarah MEL dan perkembangan dari periode awal hingga saat ini, semakin membaik. Berusaha mengeksiskan Lembaga Semi Otonom yang tadinya hanyalah sebuah nama hingga menjadi eksis adalah tujuan kami. Sejarah ini di buat dengan tujuan supaya anggota kedepannya lebih menghargai perjuangan yang selama ini telah dilakukan dengan keringat para anggota MEL. Biarkan nama “Music of English Letters” dikenal sebagai salah satu organisasi musik yang memiliki kemampuan yang tidak kalah professional dengan organisasi music yang lain. MEL bisa.. dan MEL akanselalubisa..


 

Blogger news

Blogroll

About