Awal mula terbentuknya MEL ini terjadi karena adanya pembicaran ringan
antara Badridduja atau yang biasa dipanggil bang Bed yang memberikan ide, Nur
Ikhda atau TEMON, Tebe Satria dan Ambyah atau Jawa pada bulan Maret 2009. Hal
ini juga mungkin dikarenakan belum adanya lembaga seni yang menaungi mahasiswa
yang menyukai musik dijurusan bahasa dan sastra inggris.
Obrolan itupun berlanjut serius sampai penentuan nama dari LSO ini
dilakukan. Alhasil, Music of English Letterspun terpilih sebagai nama yang
cocok dan tepat untuk mewakili perkumpulan musik mahasiswa jurusan bahasa dan sastra inggris. Berawal
dari sekitar 20 orang, perkumpulan ini mencoba eksis dengan seputar dunia
musik. Bang Bed pun dijadikan pelatih pertama dan Temon dipilih untuk menjadi
ketua pertama MEL.
Launchig MEL dilakukan ketika mereka tampil pada 7
Mei 2009 yang bertepatan ketika diadakannya BSI Anniversary. Sejak itu nama
Music of English Letters dikenal di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Dedikasinya daam ruang lingkup
karya seni khususnya seni musik bertujuan untuk mengeksplor bakat para
mahasiswa/i dan juga menciptakan generasi-generasi penerus yang memiliki jiwa
berorganisasi di dalam masyarakat sosial.
Dan MEL sekarang telah melewati beberapa periode sejarah sehingga telah
menjadi salah satu lembaga resmi dalam LSO (Lembaga Semi Otonom).
Periode 2009-2011
Di periode ini di pimpin oleh Nur Ikhda, di masa ini MEL hanyalah
sebuah perkumpulan anak anak pecinta musik, meskipun Surat Keputusan sudah
mengesahkan MEL namun di periode ini LSO ini baru bisa menggelarkan konser
pertama MEL in Concert. dengan
latihan seadanya namun sang ketua memiliki sistem ujian yang diadakan di studio
Fak. Adab dan Humaniora. tidak ada latihan rutin, kepengurusan, bahkan program
kerja.
Periode 2011/2012
Pada periode ini kepemimpinan di
pegang oleh Panji Kartiko, pada
periode ini MEL jauh lebih tersusun dari periode sebelumnya meskipun belum
sepenuhnya. Banyak sekali perubahan yang terjadi seperti terbentuknya
kepengurusan, memiliki program kerja meskipun belum memiliki pembukuan, jadwal
latihan rutinitas untuk para anggota, dan sistem dana yang baru. Bahkan di
angkatan ini MEL memiliki logo yang sampai sekarang menjadi lambangan keagungan
Music of English Letter. Jadwal pelatihan rutin di jalankan dengan baik, dengan
memanfaatkan pengajar dari personil band Topeng milik bang Badridduja.
Dengan latihan yang terus mereka
kembangkan maka di adakan MEL in Concert
2 dengan Judul "Sound Your Soul".
Visi MEL pada angkatan ini "menjadikan MEL sebagai wadah musik mahasiswa
Bahasa dan Sastra Inggris" dengan misi "latihan rutin dan mengadakan
konser tahunan"
Periode 2012/2013
Di periode ini dilanjutkan oleh Kurnianto, kepengurusan mulai di adakan
bahkan di bukukan dan program kerja mulai dijalankan dan di bukukan pula.
Kepengurusan dibagi menjadi Badan Pengurus Harian dan 3 bidang lain yaitu Bidang
Menejemen, Bidang Pengembangan Anggota dan Musik dan Bidang
Publikasi Informasi dan Dokumentasi.
Bidang Menejemen
memiliki beberapa program kerja seperti; menjalin hubungan dengan lembaga musik
lain, baik didalam maupun diluar kampus, mengatur jadwal penampilan MEL namun
semua program kerja itu belum sempat terlaksana dengan baik. Namun
menyelenggarakan konser akbar minimal 1 kali dalam satu tahun masa jabatan
dapat terlaksana dengan Judul MEL in
Concert 3"Sound
of Change."
Bidang Pengembangan Anggota dan
Musik dengan program kerja memfasilitasi alat musik dan mengadakan Jam Session juga belum terlaksana dengan
baik. Di periode ini tidak memiliki jadwal latihan rutin, latihan di tekankan
ketika mendekati konser dan event saja.
Dan Bidang Publikasi, Informasi
dan Dokumentasi dengan program kerja menpublikasikan dan mendokumentasikan
kegiatan MEL sudah berjalan cukup baik, bahkan MEL sudah memiliki jejaring
social seperti Twitter dan Facebook untuk menyebarkan informasi serta kegiatan
yang sedang berlangsung.
Dan di masa ini, MEL perform di
luar kampus, mereka perform di Café daerah Cipete. Dan mencoba system
pengrekrutan anggota baru dengan cara membuat karya seni seperti lirik lagu dan
aransemen.
Periode 2013/sekarang
Periode sekarang ini dilanjutkan
oleh Aab D. Abdullah, di
akhir kepemimpinan ini terjadi revitalisasi keseluruhan dari kepengurusan, program
kerja, dan sistem organisasi. Yang sebelumnya tak berjalan, kini mulai mengejar semua
yang belum tercapai. Bahkan di periodeini Music of English Letters
mulaieksisterutama di dalamkampus.
Tidak hanya memenuhi
program kerja yang ada, tapi menambahkan beberapa program kerja di
beberapa bidang. Dan di periode ini juga, MEL memiliki 2
alat musik miliknya sendiri seperti Gitar dan Cajoon. Dan adanya Anggaran Dasar/
Anggaran Rumah Tangga yang telah diberlakukan hingga kini.
Di periode ini juga, program kerja dari semua bidang telah terlaksana dengan baik.
Seperti dari bidang manajemen dengan menjalin hubungan dengan lembaga musik lain, menyelenggarakan
konser Akbar minimal 1 kali dalam satu tahun masa jabatan, mengatur
jadwal penampilan MEL semua terlaksana dengan baik meskipun terkadang vakum beberapa minggu karena adanya keperluan penting
yang diadakan oleh kampus seperti ujian tengah dan ujian akhir semester.
MEL
mulaimenjalinhubungandenganlembaga music lain seperti POSTAR
(Pojok Seni Tarbiyah), Dapur Seni dan LSO Ilmu Perpustakaan dengan cara mengajak berpartisipasi dengan acara konser tahunan
MEL. Konser tahunan MEL di masa ini berjudul MEL in Concert 4 “The Time
Machine”, berbeda dari sebelumnya yang identik dengan tema “Sound”.
Jika konser sebelumnya hanya bisa di adakan di pinggir besmen, di tahun ini konser di
gelar di
tengah besmen Fakultas Adab dan Humanoira dan bekerjasama dengan acara Divisi Seni dan Budaya
HMJ Bahasa dan Sastra Inggris yaitu “British Night” yang baru di
adakan pertama kalinya.
Selain itu,
jadwal penampilan para anggotapun lebih banyak daritahun sebelumnya, seperti mengikuti
event music bahkan panggilan dari acara acara kampus untuk perform di acara tersebut.
Sudah banyak sekali event-event yang MEL ikuti di tahun ini.
Untuk program
kerja bidang pengembangan anggota dan music pun berjalan dengan baik,
hanya saja sering terjadi perubahan jadwal latihan namun semua itu dapat teratasi dan berjalan sesuai
yang diinginkan. Di tahun ini MEL memiliki 3 kelas music yaitu kelas gitar, kelas,
vocal dan kelas keyboard. Kelas gitar hanya bisa mengandalkan sang
ketua sebagai pengajar, namun pengajar juga tidak kalah dengan pengajar professional
lainnya, tiap angkatan memiliki materi yang berbeda dikarenakan basic skill
masing masing. Kelas vocal memiliki pengajar yang berpengalaman, selama di
pegang oleh bang Badridduja kelas vocal kini memiliki vokalis-vokalis yang
berkualitas. Untuk kelas keyboard ini belum berkembang cukup baik,
dikarenakan minat anggota yang sedikit dan pengajar yang memiliki masalah oleh waktu,
hingga kini kelas keyboard sedang vakum dikarenakan banyaknya hambatan.
Di
masa periode ini juga anggota di tekankan tidak hanya berdasarkan praktek,
tetapi teori juga sangat dipertanyakan. Untuk menunjukan wawasan teori musik yang
anggota miliki (kelas gitar), sang pengajar memberikan ujian di
setiap akhir pengajaran.
Dalam memfasilitasi anggota
MEL, terutama anggota baru yang belum memiliki basic skill apa apa, MEL
memfasilitasi 1 gitar dan 1 cajoon hasil tabungan para anggota. Dan
sisanya baru bisa memfasilitasi gitar-gitar dari anggota itu sendiri. Setidaknya memudahkan untuk para anggota
perform dan latihan.
Jam Session pun
kini mulai dijalankan. Jam Session dimulai setelah MEL in Concert terlaksana. Jam
Session ini dilakukan 2
minggu sekali dengan upaya melatih seluruh anggota untuk mengurus kepanitiaan dan praktek
perform secara tidak langsung.
Program
kerja bidang publikasi, informasi dan dokumentasi kini berjalan sesuai yang
diharapkan seperti mendokumentasi dan mempublikasikan di
dalam dan diluar kampus. Meskipun MEL belum bisa mengeksistensi di luar kampus,
setidaknya MEL telah memberitahukan bahwa MEL
itu ada dan tidak kalah dengan Organisasi Musik lainya.
Untuk memberikan informasi dan memberikan pelayanan informasi untuk anggota MEL baik
informasi event telah berjalan dengan bantuan seluruh anggota. Dengan memfaatkan jejaring
social yang ada, bidang ini memberikan info perkembangan yang terjadi di MEL.
Meski jaringan social Twitter sempat vakum dikarenakan adanya masalah namun kini jaringan
social Twitter telah berjalan kembali dan memberikan informasi yang terjadi di MEL.
Itulah singkat cerita sejarah MEL
dan perkembangan dari periode awal hingga saat ini, semakin membaik.
Berusaha mengeksiskan Lembaga Semi Otonom yang tadinya hanyalah sebuah nama hingga menjadi eksis adalah tujuan
kami. Sejarah ini di
buat dengan tujuan supaya anggota kedepannya lebih menghargai perjuangan yang
selama ini telah dilakukan dengan keringat para anggota MEL. Biarkan nama “Music of
English Letters” dikenal sebagai salah satu organisasi musik yang memiliki kemampuan
yang tidak kalah professional dengan organisasi music yang lain. MEL bisa.. dan
MEL akanselalubisa..





