Hai Mellers, pada kesempatan kali ini kita mau mengenang kembali (ahelah bahasanya) anak-anak MEL pas nampil di acara Jurusan kita nih. Iya, Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Di acara yang udah menjadi acara tahunan mereka, yaitu Bakti Sosial yang pada tahun ini bertajuk ‘ELPIGI’ (English Letter Plant It Give It), yang mengangkat konsep penghijauan dan penanaman pohon kembali sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Acara ELPIGI yang diselenggarakan selama tiga hari (6 – 8 Juli 2014) tersebut bertempat
di Kampung Pemulung, Pisangan, Ciputat. di hari pertama kita tampil di depan Anak-anak sana. Ada kak Sarah, kak Jarwo dan kak Enung yang pada kesempatan itu tampil dan bawain dua lagu dari Ada Band yang berjudul Yang Terbaik Bagimu dan satu lagu lagi yang berjudul Go Green dari Super Seven.
Di acara penutupan yaitu tanggal 8 Juli, acara bertempat di kampus kita tepatnya di Aula Prof. Bustami Abdul Gani
Fak. Adab dan Humaniora. Di hari terahir ini teman-teman baksos mengadakan acara buka puasa bareng sekaligus acara pembagian hadiah untuk anak-anak peserta Baksos. Pada kesempatan ini, Kak Fauzir, Enung, Ivony dan Lutfi bawain satu lagu dari God Bless yang berjudul Rumah Kita dan Soundtracknya Chibi Maruko Chan yang berjudul Mencari teman.
Alhamdulillah Seluruh rangkaian acara pada hari itu berjalan dengan baik, dan MEL juga memberi hiburan yang sangat menghibur.
Masih banyak kok Kegiatan MEL yang seru lainnya. ditunggu yak!
Kamis, 20 November 2014
Rabu, 25 Juni 2014
MEL in Concert 2014 (The Time Machine)
Seperti yang
sudah dijelaskan di artikel History of “Music of English Letters” bahwasannya
selalu diadakan konser setiap tahun, kini mimin akan menjelaskan konsep dari MEL in Concert yang di
adakan di tahun 2014 ini. Berhubung blog ini terbentuk pada tahun ini,
sekiranya baru tema konser tahun ini saja yang akan di bahas kawan kawan :D
Seperti judul
tema konser sebelumnya seperti MEL in
Concert, Sound Your Soul, dan Sound
of Change, di tahun ini konser bertemakan “The Time Machine”. Berawal dari
kegemaran anggota MEL yang memiliki selera music yang berbeda, yang di setiap
lagu memiliki ciri khas pada tahun kapan lagu-lagu tersebut berjaya. Kombinasi
pembawaan lagu-lagu pada era zaman dulu dan modern menjadikan keharmonisan bagi
para anggota karena perbedaan yang menyatu.
Seperti saat
kita mendengarkan radio, pada awalnya mungkin kita bisa mendengarkan lagu-lagu
yang sedang hits pada saat ini, saat kita putar siaran radionya ke frekuensi
yang berbeda maka kita bisa mendengarkan lagu era dulu dan terbawa oleh putaran
waktu yang membuat kita kembali ke era
dulu. “The Time Machine” seperti mendengarkan radio yang dibawakan langsung,
tidak hanya mahasiswa yang menikmatinya bahkan orang tua pun bisa menikmatinya
alunan musiknya.
Bekerjasamanya dengan
panitia British Night yang baru
diadakan tahun ini, MEL in Concert 4
bisa diadakan dengan meriah di tengah besment Fakultas Adab dan Humaniora.
Semoga di MEL in Concert kedepannya
bisa lebih meriah dari pada tahun ini yah :D
Jumat, 13 Juni 2014
Music of English Letters' Logo
Sebelumnya kita udah bahas sejarahnya nih MELer, sekarang saatnya kita bongkar arti dari lambangnya. Oh ya, sekilas tentang lambang MEL nih, lambang ini dibentuk oleh angkatan 2011/2012 di bawah kepemimpinan kak Panji Kartiko yang di buat oleh kak Reiza.
Oke tanpa basa basi lagi, check it out!!
Arti dari Logo "Music of English Letters"
·
Gitar
Gitar menggambarkan sebuah alat yang identik dengan musik.
·
Kunci
G & F
Kunci
G (sebelah kanan gitar, bagian warna biru) dan kunci F (sebelah kiri gitar,
bagian warna merah) yang mengelilingi gitar ini mengandung arti
yang sama dengan gitar, melambangkan elemen pada musik.
·
Merah
dan Biru
Warna merah (kiri) dan biru (kanan) pada dasar lambang berarti kesetaraan gender. Warna
merah yang berarti wanita dan biru yang berarti pria. Maksudnya adalah bahwa
MEL tidak memandang dari segi gender.
·
Pelangi
Lingkaran
pelangi yang mengelilingi warna biru
dan merah itu berarti persatuan
berbagai genre musik tanpa memandang perbedaan.
·
Dua Lingkaran
Dua Lingkaran kuning yang
bertabrakan antara lingkatran kecil dan besar yang mendasari lambang MEL maksudnya adalah Bumi
(lingkaran kecil) yang mengorbit pada Matahari, artinya MEL senantiasa
konsisten dan terus berevolusi ke arah yang lebih baik.
·
Coklat
Warna coklat yang mewarnai dua lingkaran
tersebut artinnya adalah
Tanah. Maksudnya adalah MEL akan terus membumi.
·
Bintang
Bintang yang berada di puncak gitar maksudnya adalah walaupun MEL berkecimpung
dibidang musik, akan tetapi soal agama tidak akan tertinggal.
·
Kuning
Warna kuning yang menjadi garis pada logo, melambangkan warna Fakultas Adab dan Humaniora, karena
MEL
lahir di fakultas ini, khususnya dijurusan Bahasa dan Sastra Inggris .
Minggu, 25 Mei 2014
History of "Music of English Letters"
Awal mula terbentuknya MEL ini terjadi karena adanya pembicaran ringan
antara Badridduja atau yang biasa dipanggil bang Bed yang memberikan ide, Nur
Ikhda atau TEMON, Tebe Satria dan Ambyah atau Jawa pada bulan Maret 2009. Hal
ini juga mungkin dikarenakan belum adanya lembaga seni yang menaungi mahasiswa
yang menyukai musik dijurusan bahasa dan sastra inggris.
Obrolan itupun berlanjut serius sampai penentuan nama dari LSO ini
dilakukan. Alhasil, Music of English Letterspun terpilih sebagai nama yang
cocok dan tepat untuk mewakili perkumpulan musik mahasiswa jurusan bahasa dan sastra inggris. Berawal
dari sekitar 20 orang, perkumpulan ini mencoba eksis dengan seputar dunia
musik. Bang Bed pun dijadikan pelatih pertama dan Temon dipilih untuk menjadi
ketua pertama MEL.
Launchig MEL dilakukan ketika mereka tampil pada 7
Mei 2009 yang bertepatan ketika diadakannya BSI Anniversary. Sejak itu nama
Music of English Letters dikenal di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Dedikasinya daam ruang lingkup
karya seni khususnya seni musik bertujuan untuk mengeksplor bakat para
mahasiswa/i dan juga menciptakan generasi-generasi penerus yang memiliki jiwa
berorganisasi di dalam masyarakat sosial.
Dan MEL sekarang telah melewati beberapa periode sejarah sehingga telah
menjadi salah satu lembaga resmi dalam LSO (Lembaga Semi Otonom).
Periode 2009-2011
Di periode ini di pimpin oleh Nur Ikhda, di masa ini MEL hanyalah
sebuah perkumpulan anak anak pecinta musik, meskipun Surat Keputusan sudah
mengesahkan MEL namun di periode ini LSO ini baru bisa menggelarkan konser
pertama MEL in Concert. dengan
latihan seadanya namun sang ketua memiliki sistem ujian yang diadakan di studio
Fak. Adab dan Humaniora. tidak ada latihan rutin, kepengurusan, bahkan program
kerja.
Periode 2011/2012
Pada periode ini kepemimpinan di
pegang oleh Panji Kartiko, pada
periode ini MEL jauh lebih tersusun dari periode sebelumnya meskipun belum
sepenuhnya. Banyak sekali perubahan yang terjadi seperti terbentuknya
kepengurusan, memiliki program kerja meskipun belum memiliki pembukuan, jadwal
latihan rutinitas untuk para anggota, dan sistem dana yang baru. Bahkan di
angkatan ini MEL memiliki logo yang sampai sekarang menjadi lambangan keagungan
Music of English Letter. Jadwal pelatihan rutin di jalankan dengan baik, dengan
memanfaatkan pengajar dari personil band Topeng milik bang Badridduja.
Dengan latihan yang terus mereka
kembangkan maka di adakan MEL in Concert
2 dengan Judul "Sound Your Soul".
Visi MEL pada angkatan ini "menjadikan MEL sebagai wadah musik mahasiswa
Bahasa dan Sastra Inggris" dengan misi "latihan rutin dan mengadakan
konser tahunan"
Periode 2012/2013
Di periode ini dilanjutkan oleh Kurnianto, kepengurusan mulai di adakan
bahkan di bukukan dan program kerja mulai dijalankan dan di bukukan pula.
Kepengurusan dibagi menjadi Badan Pengurus Harian dan 3 bidang lain yaitu Bidang
Menejemen, Bidang Pengembangan Anggota dan Musik dan Bidang
Publikasi Informasi dan Dokumentasi.
Bidang Menejemen
memiliki beberapa program kerja seperti; menjalin hubungan dengan lembaga musik
lain, baik didalam maupun diluar kampus, mengatur jadwal penampilan MEL namun
semua program kerja itu belum sempat terlaksana dengan baik. Namun
menyelenggarakan konser akbar minimal 1 kali dalam satu tahun masa jabatan
dapat terlaksana dengan Judul MEL in
Concert 3"Sound
of Change."
Bidang Pengembangan Anggota dan
Musik dengan program kerja memfasilitasi alat musik dan mengadakan Jam Session juga belum terlaksana dengan
baik. Di periode ini tidak memiliki jadwal latihan rutin, latihan di tekankan
ketika mendekati konser dan event saja.
Dan Bidang Publikasi, Informasi
dan Dokumentasi dengan program kerja menpublikasikan dan mendokumentasikan
kegiatan MEL sudah berjalan cukup baik, bahkan MEL sudah memiliki jejaring
social seperti Twitter dan Facebook untuk menyebarkan informasi serta kegiatan
yang sedang berlangsung.
Dan di masa ini, MEL perform di
luar kampus, mereka perform di Café daerah Cipete. Dan mencoba system
pengrekrutan anggota baru dengan cara membuat karya seni seperti lirik lagu dan
aransemen.
Periode 2013/sekarang
Periode sekarang ini dilanjutkan
oleh Aab D. Abdullah, di
akhir kepemimpinan ini terjadi revitalisasi keseluruhan dari kepengurusan, program
kerja, dan sistem organisasi. Yang sebelumnya tak berjalan, kini mulai mengejar semua
yang belum tercapai. Bahkan di periodeini Music of English Letters
mulaieksisterutama di dalamkampus.
Tidak hanya memenuhi
program kerja yang ada, tapi menambahkan beberapa program kerja di
beberapa bidang. Dan di periode ini juga, MEL memiliki 2
alat musik miliknya sendiri seperti Gitar dan Cajoon. Dan adanya Anggaran Dasar/
Anggaran Rumah Tangga yang telah diberlakukan hingga kini.
Di periode ini juga, program kerja dari semua bidang telah terlaksana dengan baik.
Seperti dari bidang manajemen dengan menjalin hubungan dengan lembaga musik lain, menyelenggarakan
konser Akbar minimal 1 kali dalam satu tahun masa jabatan, mengatur
jadwal penampilan MEL semua terlaksana dengan baik meskipun terkadang vakum beberapa minggu karena adanya keperluan penting
yang diadakan oleh kampus seperti ujian tengah dan ujian akhir semester.
MEL
mulaimenjalinhubungandenganlembaga music lain seperti POSTAR
(Pojok Seni Tarbiyah), Dapur Seni dan LSO Ilmu Perpustakaan dengan cara mengajak berpartisipasi dengan acara konser tahunan
MEL. Konser tahunan MEL di masa ini berjudul MEL in Concert 4 “The Time
Machine”, berbeda dari sebelumnya yang identik dengan tema “Sound”.
Jika konser sebelumnya hanya bisa di adakan di pinggir besmen, di tahun ini konser di
gelar di
tengah besmen Fakultas Adab dan Humanoira dan bekerjasama dengan acara Divisi Seni dan Budaya
HMJ Bahasa dan Sastra Inggris yaitu “British Night” yang baru di
adakan pertama kalinya.
Selain itu,
jadwal penampilan para anggotapun lebih banyak daritahun sebelumnya, seperti mengikuti
event music bahkan panggilan dari acara acara kampus untuk perform di acara tersebut.
Sudah banyak sekali event-event yang MEL ikuti di tahun ini.
Untuk program
kerja bidang pengembangan anggota dan music pun berjalan dengan baik,
hanya saja sering terjadi perubahan jadwal latihan namun semua itu dapat teratasi dan berjalan sesuai
yang diinginkan. Di tahun ini MEL memiliki 3 kelas music yaitu kelas gitar, kelas,
vocal dan kelas keyboard. Kelas gitar hanya bisa mengandalkan sang
ketua sebagai pengajar, namun pengajar juga tidak kalah dengan pengajar professional
lainnya, tiap angkatan memiliki materi yang berbeda dikarenakan basic skill
masing masing. Kelas vocal memiliki pengajar yang berpengalaman, selama di
pegang oleh bang Badridduja kelas vocal kini memiliki vokalis-vokalis yang
berkualitas. Untuk kelas keyboard ini belum berkembang cukup baik,
dikarenakan minat anggota yang sedikit dan pengajar yang memiliki masalah oleh waktu,
hingga kini kelas keyboard sedang vakum dikarenakan banyaknya hambatan.
Di
masa periode ini juga anggota di tekankan tidak hanya berdasarkan praktek,
tetapi teori juga sangat dipertanyakan. Untuk menunjukan wawasan teori musik yang
anggota miliki (kelas gitar), sang pengajar memberikan ujian di
setiap akhir pengajaran.
Dalam memfasilitasi anggota
MEL, terutama anggota baru yang belum memiliki basic skill apa apa, MEL
memfasilitasi 1 gitar dan 1 cajoon hasil tabungan para anggota. Dan
sisanya baru bisa memfasilitasi gitar-gitar dari anggota itu sendiri. Setidaknya memudahkan untuk para anggota
perform dan latihan.
Jam Session pun
kini mulai dijalankan. Jam Session dimulai setelah MEL in Concert terlaksana. Jam
Session ini dilakukan 2
minggu sekali dengan upaya melatih seluruh anggota untuk mengurus kepanitiaan dan praktek
perform secara tidak langsung.
Program
kerja bidang publikasi, informasi dan dokumentasi kini berjalan sesuai yang
diharapkan seperti mendokumentasi dan mempublikasikan di
dalam dan diluar kampus. Meskipun MEL belum bisa mengeksistensi di luar kampus,
setidaknya MEL telah memberitahukan bahwa MEL
itu ada dan tidak kalah dengan Organisasi Musik lainya.
Untuk memberikan informasi dan memberikan pelayanan informasi untuk anggota MEL baik
informasi event telah berjalan dengan bantuan seluruh anggota. Dengan memfaatkan jejaring
social yang ada, bidang ini memberikan info perkembangan yang terjadi di MEL.
Meski jaringan social Twitter sempat vakum dikarenakan adanya masalah namun kini jaringan
social Twitter telah berjalan kembali dan memberikan informasi yang terjadi di MEL.
Itulah singkat cerita sejarah MEL
dan perkembangan dari periode awal hingga saat ini, semakin membaik.
Berusaha mengeksiskan Lembaga Semi Otonom yang tadinya hanyalah sebuah nama hingga menjadi eksis adalah tujuan
kami. Sejarah ini di
buat dengan tujuan supaya anggota kedepannya lebih menghargai perjuangan yang
selama ini telah dilakukan dengan keringat para anggota MEL. Biarkan nama “Music of
English Letters” dikenal sebagai salah satu organisasi musik yang memiliki kemampuan
yang tidak kalah professional dengan organisasi music yang lain. MEL bisa.. dan
MEL akanselalubisa..
Langganan:
Komentar (Atom)







